Laporan KhususNasionalOperasi Delima

3. Rencana Teror dan Sabotase Operasi Delima

Malam pada saat 3 Anggota BIN diperiksa BAT/BIF, kami berusaha untuk mendapatkan data apapun  yang ada di Telepon Seluler mereka. Termasuk percakapan mereka yang ternyata ada di Whatsapp Group Kujang Operasi Delima.

Mengingat waktu yang cukup singkat, setelah beberapa data dari Telepon Seluler mereka bisa kami salin kemudian kami mencoba untuk menyalin percakapan yang ada di Whatsapp Group mereka dengan Sandi Kujang.

Kami mengambil cara yang mudah dan cepat dengan Cloning Whatasapp Web, dan semua percakapan mereka berhasil muncul di Whatsapp Web dan segera kami capture dan sebagian kami salin untuk backup data.

Dari percakapan ini ditemukan banyak kegiatan Operasi Cipta Kondisi Kontra Propaganda HRS di berbagai daerah, terutama Sumatera, Jawa dan Bali.

Terungkapnya rencana Teror dan Sabotase pada Operasi Delima.

If possible, a pattern a sabotage of access to logistic that is not permanent road can be considered. ( Andre / Operasi Delima )

Dalam salah satu percakapan di Whatsapp Group Kujang Operasi Delima, ditemukan beberapa rencana Teror dan Sabotase di Megamendung. Salah satunya pesan yang disampaikan oleh seseorang bernama Pak Andre Dosen Analis.

Dan 2 hari sebelum kejadian Pembantaian KM50, telah terjadi teror terhadap Ustadz Slamet Maarif di rumahnya. Dimana Mobilnya dirusak, kaca nya dipecah, body mobil juga di cat semprot warna merah.

Rencana Teror dan Sabotase dari Whastapp Group Kujang Operasi Delima
Teror dengan merusak mobil Ustadz Slamet Maarif
Teror dengan merusak mobil Ustadz Slamet Maarif
Teror dengan merusak mobil Ustadz Slamet Maarif
Teror dengan merusak mobil Ustadz Slamet Maarif

    Screenshot Percakapan Operasi Delima.

    Tangkapan layar yang berhasil kami dapatkan setelah kami Cloning Via Whatsapp Web, terlihat Group ini mempunyai banyak anggota. Bukan saja dari TNI-Polri-BIN, tapi dari orang orang sipil yang menjadi Sumber Informan BIN.

    Berikut beberapa tangkapan layar yang kami dapatkan, sebagian lagi tidak dapat kami publish disini.

    Selain itu kami juga menyalin percakapan mereka, dari beberapa percakapan mereka terungkap adanya Operasi Cipta Kondisi Kontra Propaganda HRS. Dalam percakapan tersebut terlihat adanya beberapa rencana Aksi Unjuk Rasa menolak kedatangan HRS, dengan mengerahkan orang orang bayaran, Tomas, Toga, dan mereka yang tidak sejalan dengan HRS.

    Kami menyimpulkan Operasi Delima Megamendung ini sebagai Operasi Pengintaian/Surveillance yang dilakukan BIN untuk mengawasi pergerakan HRS di 3 titik lokasi, Petamburan, Sentul dan Petamburan.

    Pembantaian KM50 setelah Operasi Delima.

    3 hari setelah terungkapnya Operasi Delima, Rombongan HRS keluar dari Sentul pada pukul 23.00 menuju Jakarta untuk menghadiri pengajian keluarga.

    Rombongan HRS ini dikawal mobil lain  yang berisi Pengawal HRS, awalnya perjalanan lancar, aman dan terkendali. Hingga akhirnya, Laskar melaporkan bahwa mereka sedang diikuti oleh mobil lain yang terus memepet mobil mereka.

    Tanpa pengadilan, Polisi menembak mati 6 Laskar

    Rombongan tidak mengetahui dengan siapa mereka yang berada dalam  mobil yang sedang membuntuti dan memepet mereka. Namun para Pengawal HRS bertindak sebagaimana mestinya untuk menjaga HRS.

    Pesta brutal KM50

    Beberapa saksi mengatakan para korban masih hidup ketika ditangkap, selain itu saksi lain mengatakan aparat seperti bersorak ketika 6 Korban berhasil ditangkap.

    Dalam rekaman yang beredar, terdengar 2 Laskar mengalami tembakan dan berusaha menyelamatkan diri. Mereka masih belum mengetahui siapa yang memepet dan menembaki mereka.

    Eksekutor diluar Operasi Delima, menyalahgunakan Data Surveillance BIN untuk membantai 6 Laskar Pengawal HRS. Beberapa nama muncul dalam laporan Pembantaian 6 Laskar.

    1. Briptu Fikri Ramadhan

    2. Bripka Faisal Khasbi Aleya

    3. Bripka Adi Ismanto

    Komunikasi akhirnya terputus dengan 6 Laskar tersbut, malam itu kami coba mencari tahu keberadaan mereka. Hingga akhirnya Polri memberikan keterangan Pers, bahwa telah terjadi penyerangan terhadap Aparat Kepolisian di Jalan Tol. Hingga akhir Polri mengambil tindakan yang terukur menembak mati 6 Laskar.

    Selanjutnya “Operasi Brutal KM50”

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Back to top button