Laporan KhususNasionalOperasi Brutal KM50

4. Jalan berliku kembalinya Jenazah 6 Laskar

Pihak keluarga sampai Selasa (8/12/2020) siang ini belum juga mendapatkan akses untuk mengecek atau pun membawa pulang enam jenazah anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) yang ditembak mati polisi.

Tim pengacara dan anggota keluarga sempat datang ke Instalasi Forensik Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur, pada Senin malam, sekitar pukul 22.50 WIB.

Namun pihak FPI dan keluarga diminta untuk meninggalkan lokasi oleh polisi yang berjaga karena jenazah enam laskar FPI tersebut belum bisa diambil.

Saat kuasa hukum FPI Aziz Yanuar menyatakan niat untuk mengambil jenazah agar segera bisa dimakamkan, seorang anggota Polri menjelaskan bahwa proses otopsi masih berlangsung.

Jenazah Korban masih dalam proses otopsi

“Masih dalam proses. Perintahnya demikian, jadi silakan bapak meninggalkan tempat ini. Saya melakukan perintah,” kata anggota Polri

Aziz mengatakan, tim kuasa hukum keluarga korban penembakan sudah berada di RS Polri namun dilarang. Selain dilarang masuk, kata dia, keluarga dan tim kuasa hukum dipersulit dan tidak diperkenankan melihat apalagi mengambil jenazah.

“Tidak dikasih lihat jenazah. Tidak dikasih bawa jenazah padahal kuasa sudah lengkap kita sampaikan kepada pihak RS Polri,” ungkap Aziz.

Polisi Klaim Tak Halangi Keluarga Urus 6 Jenazah Laskar FPI

Polri mengklaim tidak pernah menghalangi pihak keluarga untuk mengambil 6 jenazah. Argo mengatakan, polisi sedang melakukan proses identifikasi terhadap jenazah. Ia juga tak menampik bahwa RS Polri kini dijaga ketat oleh aparat TNI-Polri.

“Polri tak pernah menghalangi atau mempersulit pihak keluarga untuk mengurus jenazah dari enam orang yang mencoba melawan petugas itu,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam keterangannya, Senin.

Aparat gabungan TNI-Polri berjaga jaga di RS Polri.”Tentunya sebagaimana SOP yang berlaku petugas melakukan pengamanan untuk mencegah oknum yang tak bertanggung jawab,” ungkap Argo

Selain itu Argo menerangkan, polisi pun tidak bermaksud menyembunyikan atau menutup-nutupi keberadaan jenazah. Dia memastikan, jenazah kini masih ada di Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, Jakarta.

Penjagaan ketat Aparat di RS Polri

Anggota TNI dan Polri melakukan penjagaan dari akses menuju RS hingga Gedung Promoter yang terletak di bagian belakang, dan masih terus berjaga di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Bahkan, satu unit panser milik TNI tampak berjaga di pintu utama masuk RS tersebut.

RS Polri menjadi tempat enam jenazah 6 laskarĀ  yang ditembak di Tol Jakarta-Cikampek kemarin. Sementara pantauan di gedung forensik RS Polri tampak sepi. Pintu masuk kamar jenazah terkunci rapat dan dijaga oleh aparat Brimob Polda Metro Jakarta.

Aparat Kepolisian bersiap siaga di RS Polri

Panser milik TNI terlihat berjaga di RS. Polri

“Antisipasi saja, bantuan kepada Polri,” kata Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman di lokasi, Senin, 7 Desember 2020.

Penjagaan terkait 6 jenazah Laskar yang dibantai Polisi di rumah sakit tersebut.

Dudung menyebut penjagaan dilakukan menyeluruh. Dimulai dari pintu masuk menuju RS Polri hingga gedung Promoter dan Sentra Visum.

Tak hanya pengerahan personel, tampak satu mobil kendaraan taktis TNI ditempatkan di area parkir. Kendaraan itu diparkir dekat gedung Sentra Visum dan Medikolegal.

6 Jenazah laskar kembali dengan luka luka penyiksaan.

6 jenazah pengawal HRS akhirnya diperkenankan dibawa pulang dari RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (8/12/2020).

Keenamnya tewas dibanta aparat, Senin (7/12) dini hari. Pemulangan jenazah itu dikawal ketat aparat kepolisian.

Mobil Ambulans pembawa jenazah 6 pengawal HRS yang tewas ditembak polisi akhirnya bisa keluar dari Rumah Sakit Polri.

Ambulans pembawa Jenazah 6 laskar FPI keluar melalui pintu timur Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, menuju kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, Selasa malam.

Sementara itu, sejak sore tadi kawasan Jalan Petamburan III sudah datang para pelayat. Laskar juga berjaga di pinggir jalan sambil mengatur lalu lintas.

“Pukul 19.00 WIB akan tiba di Markas Syariah Petamburan. Insyaallah jenazah akan tiba, berangkat dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati insyaallah pukul 18.00 WIB,” ujar salah satu laskar lewat pengeras suara.

Pantauan di lokasi, pukul 18.00 WIB, Selasa (8/12/2020), laskar mulai membentuk barisan penyambutan di Jalan Petamburan III. Mereka tampak berjaga di pinggir jalan sambil mengatur lalu lintas.

Malam itu Tim FPI dan keluarga Korban sudah bersiap untuk memandikan kembali Jenazah 6 Laskar. Dan ketika mereka membuka satu persatu kain kafan Korban, mereka menemukan sesuatu yang tak lazim dan tak wajar pada tubuh Korban.

Selanjutnya “Pembantaian 6 Laskar”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button