Kembalinya HRSLaporan KhususNasional

Kembalinya HRS

Perjuangan panjang HRS untuk bisa pulang ke Indonesia akhirnya terwujud. Setelah begitu banyak Operasi Intelijen Gelap yang terus berusaha menjatuhkan dan menggagalkan kepulangannya.

Begitu banyak fitnah yang ditujukan kepadanya baik di dalam negeri maupun di luar negeri melalui Operasi Intelijen Gelap.

Kekuatan besar dibalik Operasi Intelijen Gelap.

Jenderal TK dari Poros Trunojoyo menangis tersedu sedu dihadapan HRS, dimana dia mengaku ingin memohon maaf dan bertobat, bahkan siap menjadi “whistleblower”

Agak janggal dengan masih adanya Operasi Intelijen Gelap dalam menjatuhkan HRS. Padahal sudah ada 2 poros Jenderal yang mendekati HRS dengan tujuan tertentu.

Jauh sebelum HRS meninggalkan Indonesia, ada banyak pihak berupaya  mendekati HRS. Namun upaya mereka dalam membujuk HRS untuk “bekerjasama” selalu menemukan jalan buntu. Dengan iming iming sejumlah dana fantastis pun tetap gagal dan ditolak HRS.

Upaya tersebut tidak hanya saat HRS berada di dalam negeri, saat HRS di luar negeri pun tetap ada upaya upaya dalam membujuk HRS agar tunduk kepada Rezim Penguasa.

Sulitnya HRS untuk pulang kembali ke Indonesia karena adanya tangan tangan tak kasat mata yang melobi Kerajaan Arab Saudi untuk mencekal kepulangannya, menjadi Momen bagi 2 Jenderal dari Poros Pejaten dan Poros Trunojoyo untuk menjadi pahlawan bagi kepulangan HRS.

Bahkan tidak tanggung tanggung, Jenderal TK dari Poros Trunojoyo sanggup datang ke Mekkah dan menangis tersedu sedu dihadapan HRS. Dimana menurut pengakuannya ingin memohon maaf dan bahkan siap menjadi ‘whistleblower”.

 

Jenderal TK mengatakan ingin menjadi “whistleblower”, itu menandakan ada hal yang dia ketahui tidak beres dengan Republik ini.

Namun upaya 2 Jenderal tersebut tidak membuahkan hasil, bahkan Jenderal TK makin menunjukkan kemunafikkannya. Dan semakin menunjukkan, bahwa air mata yang ia tunjukkan di Kota Suci Mekah dihadapan HRS hanyalah air mata buaya.

Sejak itu, upaya upaya untuk terus menggagalkan kepulangan HRS semakin menjadi. Berbagai isu isu negatif seperti, overstay, aktifitas tanpa izin dll. Terus dihembuskan dengan narasi narasi hoax, agar tidak ada lagi celah kebaikan yang bisa diketahui publik dari seorang HRS.

Bahkan hingga menjelang keberangkatannya, kepulangan HRS terus coba digagalkan dengan berbagai cara. Tapi Alhamdulillah HRS akhirnya bisa pulang dengan selamat ke Indonesia.

Dokumen ini menunjukkan dengan jelas, bahwa HRS tidak pernah melakukan pelanggaran overstay seperti yang diberitakan Media Mainstream selama ini.

Munarman juga memberikan statemen tentang banyaknya berita berita tidak jelas yang terus menyudutkan HRS dan terus memutar balikkan fakta tentang status overstay HRS yang nyata nyata adalah hoax

Ketika sudah sampai di bandara, 1 tiket Keluarga HRS secara sepihak dibatalkan pihak Maskapai karena ada permintaan pembatalan. Dimana pembatalan tersebut dilakukan oleh pihak tertentu yang ingin menjegal kepulangan HRS.

Alhamdulillah semua rintangan dapat terlewati, akhirnya HRS dan Keluarga dapat mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Disambut pengikutnya yang diluar dugaan memutihkan Bandara. Ahlan Wa Sahlan Yaa Habibana

    Visa Multiple Entry HRS

    Dalam suatu kesempatan wawancara, Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan bahwa HRS Overstay dan akan dideportasi. Pernyataan tersebut dibantah Sekretaris Umum FPI Munarman sebagai Hoax.

    Munarman mengklaim HRS tak memiliki catatan pelanggaran apapun alias bersih selama tinggal di Saudi. Ia menjelaskan bahwa HRS menetap di Tanah Suci dengan visa long term atau multiple entry selama dua tahun, sehingga orang nomor satu di FPI itu bisa keluar masuk dalam waktu yang panjang.

    Menteri mendapat informasi sampah ?

    “Jadi saya mau membantah ucapan-ucapan dari pihak-pihak tertentu, dari Menko Polhukam yang menyatakan bahwa HRS overstay, mau dideportasi, itu hoaks dan bohong,” kata Munarman

    Munarman mengklaim HRS tak memiliki catatan pelanggaran apapun alias bersih selama tinggal di Saudi. Ia menjelaskan bahwa HRS menetap di Tanah Suci dengan visa long term atau multiple entry selama dua tahun, sehingga orang nomor satu di FPI itu bisa keluar masuk dalam waktu yang panjang.

    Menurutnya, kepulangan HRS ke Indonesia yang direncanakan pada 10 November mendatang karena visanya akan habis pada 12 November setelah terakhir diperpanjang pada 2018.

    “Artinya HRS tinggal di Makkah itu secara sah. Tidak terjadi pelanggaran apapun juga. Habib Rizieq pulang bukan deportasi. Pulang seperti biasa,” katanya

     

    ‘Silahkan Jemput HRS’

    Setelah berbagai pernyataan kontroversinya, akhirnya Menko Polhukam Mahfud MD mempersilahkan pendukung HRS untuk datang menjemput di Bandara Soekarno Hatta.

     

    Menko Polhukam Mahfud MD dalam video pernyataannya sebelumnya mengungkapkan bahwa kepulangan HRS merupakan hak warga negara, sehingga dipersilakan bagi siapapun yang akan menjemput, dengan catatan tetap tertib.

    “Pemerintah menganggap kepulangan HRS adalah hak yang harus dilindungi. Ketika dia pergi, kita berikan hak pergi, ketika pulang, kita berikan hak untuk pulang karena sebagai warga negara, haknya harus dilindungi. Dia juga punya hak dan kewajiban hukum seperti kita semua, sama kedudukannya di depan hukum dan pemerintahan,” jelas Mahfud.

     

    Pengikut HRS sedikit ?

    Mahfud menyatakan HRS bukanlah sosok penting seperti Pemimpin Revolusi Islam Iran Ayatollah Khomeini yang memang dianggap suci oleh rakyatnya. Menurutnya, pengikuti HRS pun hanya sedikit, ketimbang keseluruhan umat Islam di Indonesia.

    Sekitar pukul 8.37 WIB, pesawat Saudia dengan nomor penerbangan SV 816 yang mengangkut HRS dan anggota keluarganya dari Jeddah, mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

    Kedatangan Imam Besar FPI disambut ribuan anggota ormas berbasis Islam dan para simpatisannya, di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

    Tidak seperti dugaan Menko Polhukam sebelumnya, ternyata yang menjemput HRS begitu banyak dan antusias berkumpul di Bandara Soekarno Hatta.

    “Itu massa spontan dan dadakan, kalau terorganisir dan membentuk panitia, bisa 13 jutaan,” ujar Novel Bamukmin

    Novel Bamukmin mengklaim massa penjemput HRS di Bandara Soekarno-Hatta hanya sepersepuluh dari jumlah anggotanya. Novel mengatakan jumlah massa yang datang dapat lebih banyak jika diatur.

    Sejumlah fasilitas di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta dilaporkan rusak karena terinjak ribuan simpatisan yang menjemput HRS.

    “Ini bukan kejadian anarkis karena padat sekali orang di sana. Massa banyak sekali. Mereka simpatisan banyak sekali, dan mereka berdiri di atas bangku dalam jumlah banyak tentu menjadi patah,” kata VP Corporate Communication Angkasa Pura II Yado Yarismano. (zulu/adit)

    Selanjutnya “Operasi Kontra HRS”

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Back to top button