Catatan RedaksiHukumNasional
Trending

Ketika Nyali Penguasa Rezim Sialan, hanya sebatas Sidang Online.

Beberapa hari sebelumnya, Pengadilan menyidangkan Irjen Napoleon Bonaparte terkait Kasus Suap Joko Tjandra. Tak ada alasan Protokol atau apapun, Sidang tetap menghadirkan terdakwa. Bahkan seperti tanpa rasa penyesalan dengan kasus suap yang mempermalukan Institusi Polri ini, seusai sidang Irjen Napoleon Bonaparte tampak berjoget Tiktok.

Terdakwa kasus suap penghapusan Red Notice Djoko Tjandra, Irjen Pol Napoleon Bonaparte menjalani sidang putusan di pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (10/3). Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri itu divonis oleh Majelis Hakim 4 tahun penjara ditambah denda Rp100 Juta subsider 6 bulan kurungan.

Rezim Wayang tak berani hadirkan HRS di Ruang Sidang.

Berbeda halnya dengan sidang HRS kali ini, secara teknis seharusnya HRS mendapat perlakuan yang sama seperti Koruptor Irjen Napoleon Bonaparte yaitu dihadirkan didalam ruang sidang.

Namun dengan alasan Protokol Kesehatan, HRS tidak dihadirkan di ruang Sidang melainkan secara virtual dari Gedung Bareskrim Mabes Polri. Terlihat Penguasa memperlakukan Hukum secara tidak adil.

HRS bukan seorang Koruptor, bukan seorang Kriminal, tidak merugikan keuangan Negara. Namun mendapat perlakuan yang sangat tidak lazim sebagai warga negara.

Kuasa hukum Habib Rizieq Shihab (HRS), Aziz Yanuar mengeluhkan kendala teknis yang terjadi pada saat sidang perdana kliennya yang digelar secara daring, Selasa (16/3). Karena itu, kuasa hukum meminta majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur mempertimbangkan menghadirkan HRS dalam persidangan Jumat (19/3) mendatang.

“Suara enggak kedengaran dan visual kurang baik. Sehingga kami tetap konsisten sebagaimana surat yang kami layangkan sebelumnya ke MA, KY, dan majelis hakim supaya terdakwa dihadirkan di muka persidangan,” ujar Aziz di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (13/3).

Aziz menjelaskan dengan dihadirkan HRS secara langsung di persidangan diharapkan insiden kendala teknis yang terjadi tidak terulang lagi. Dalam sidang perdana tersebut, HRS mengikuti sidang dari Rutan Bareskrim Polri, sementara majelis hakim berada di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. HRS disidang atas kasus pelanggaran protokol kesehatan.

Selain agar tidak terjadi lagi gangguan teknis yang tidak perlu, menurut Azi kehadiran fisik di persidangan adalah cara kliennya mencari keadilan dan majelis hakim sudah setuju. Sehingga pihaknya tetap akan mengupayaka agar kliennya dapat mengikuti persidangan dengan kehadiran fisik bukan virtual. Sekalipun nantinya, pihak Bareskrim Polri dan PN Jakarta Timur bisa mengatasi kendala teknis tersebut.

“Kami tetap minta untuk dihadirkan, karena tadi, pasti tidak akan maksimal. Psikologis dan juga ada beberapa yang pasti tidak terdengar langsung, akan berbeda ketika yang bersangkutan dihadirkan langsung,” ungkapnya.

Dalam persidangan Habib Rizieq melakukan protes karena dihadirkan secara virtual. Habib Rizieq meminta agar dirinya dihadirkan secara langsung di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Namun, dalam persidangan Hakim Khadwanto memutuskan persidangan tetap dilanjukan secara online. Mendengar keputusan majelis hakim pihak pengacara Rizieq memutuskan untuk walk-out.

“Anda jangan ikut campur, ini hak saya sebagai terdakwa, ini bukan urusan polisi, minggir saya mau kembali ke sel.”

“Walau kalian tembak kepala saya, saya tidak mau Sidang Online”

“Mulai saat ini jangan jemput saya, kecuali Sidang Offline yang hadirkan saya di ruang sidang !”

“Jika Hakim tetap ngotot sidang Online, maka silakan sidang dengan Jaksa saja, saya tinggal tunggu vonisnya, mau hukum seumur hidup atau hukum mati sekali pun”.

Habib Rizieq Shihab

HRS memilih kembali ke sel dan disambut semua tahanan dengan gembira.

Disaat HRS didampingi Pengacara Aziz & Ali walk out dari ruang Sidang Online, lalu dihalangi oleh Penyidik Mabes Polri untuk tetap sidang online, akibatnya HRS marah, suara HRS menggelegar satu gedung, HRS semprot penyidik : “Anda jangan ikut campur, ini hak saya sebagai terdakwa, ini bukan urusan polisi, minggir saya mau kembali ke sel.” Dan akhirnya beliau IB HRS kembali ke sel nya.

Tak berapa lama kemudian 4 Jaksa turun ke Sel HRS, hendak memaksa HRS kembali sidang Online, akhirnya HRS marah besar, semua polisi dan tahanan menyaksikan …
HRS nyatakan dengan keras dan suara lantang : “Walau kalian tembak kepala saya, saya tidak mau sidang online”*.

Dan HRS menyampaikan sikapnya :

“Mulai saat ini jangan jemput saya, kecuali Sidang Online yang hadirkan saya di ruang sidang !. Jika Hakim tetap ngotot sidang Online, maka silakan sidang dengan Jaksa saja, saya tinggal tunggu vonisnya, mau hukum seumur hidup atau hukum mati sekali pun”.*

Akhirnya HRS didampingi Kyai Sobri & Habib Hanif masuk kembali ke sel, semua tahanan menyambut dengan nasyid gembira.

ROBBANA AATINA FID DUN-YAA HASANAH…

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button