Catatan RedaksiHukumMiliterNasional
Trending

Ketika Pejabat TNI memandang remeh nyawa Prajurit

Nyawa manusia seolah tidak ada harganya di Republik ini.
Bagaimana tidak, Kasus Pembantaian KM50 hingga saat ini masih belum menemukan titik terang. Jangankan menampilkan wajah pelaku atau nama lengkapnya, inisialnya pun masih terus disembunyikan.

Pembantaian KM50 ini begitu sadis dan kejam, layaknya Pembantaian Pahlawan Revolusi yang dibunuh PKI. Tak bisa dinafikan, cara cara mereka menghajar Islam dan Umat Islam tidak jauh jauh dengan kejadian masa lalu saat mereka membantai Ulama dan menyerang Islam.

Ketidakmampuan Pemerintah, terutama Intelijen dalam menemukan Mobil Land Cruiser Hitam dan 2 Avanza yang terlibat dalam Pembantaian KM50 terkesan sangat ganjil dan menyampah.

Bagaimana tidak ?

Dengan Anggaran Intelijen yang tinggi Pemerintah tidak mampu menemukan Mobil Land Cruiser Hitam dan 2 Avanza.

Kemana Anggaran Intelijen yang tinggi tersebut ??

Sejak dulu sudah sering di beritakan bahwa Alutsista Indonesia lemah.
Bahkan untuk bertempurpun kemungkinan Amunisi akan habis sebelum pertempuran usai.

Tenggelamnya KRI Nanggala 402

KRI Nanggala-402 hilang kontak di perairan Bali. Sudah 28 jam kapal selam itu belum ditemukan. Berdasarkan keterangan tertulis Biro Humas Kemhan, KRI Nanggala-402 meminta izin menyelam pada pukul 03.00 WIB, Rabu (21/4)

Berdasarkan keterangan tertulis Biro Humas Kemhan, KRI Nanggala-402 meminta izin menyelam pada pukul 03.00 WIB, Rabu (21/4) kemarin. Setelah diberi izin, KRI Nanggala-402 hilang kontak.

Proses pencarian pun dilanjutkan pagi ini. Sejumlah kapal milik TNI dikerahkan.

“KRI Rigel, Kapal khusus dari Singapura, sekarang tambah kapal Markas Bapak KSAL On Board, KRI Dr Soeharso,” ujar Kadispenal Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono, kepada wartawan, Kamis (22/4/2021)

Sejak dulu sudah sering di beritakan kelemahan Alutsista Indonesia lemah.
Bahkan untuk bertempurpun kemungkinan Amunisi akan habis sebelum pertempuran usai.

Jadi teringat kembali Debat Capres 2019, ketika diberitahu bahwa Alutsista Indonesia lemah tapi malah ditertawakan.

Bukan saja soal Taktis di lapangan, dalam Dunia Siber Intelijen Indonesia masih tertinggal jauh dan rentan serangan dari luar.

Mengapa ?

Karena banyak Pejabat TNI yang rakus dan doyan bancakan Anggaran Alutsista. Dan akhirnya mengorbankan Prajurit Prajurit yang ada dibawah.

Seandaianya saja Pucuk Pucuk Pimpinan TNI korek telinga mereka dan setidaknya sedikit mendengar keluhan Prajurit Prajurit yang ada di bawah, kejadian kejadian yang mengorbankan Prajurit Prajurit terbaik TNI tidak akan terjadi seperti ini.

Karena banyak Pejabat TNI yang rakus dan doyan bancakan Anggaran Alutsista. Dan akhirnya mengorbankan Prajurit Prajurit yang ada dibawah.

Bayangkan saja.. KRI Nanggala 402 sudah berusia 40 tahun.
KRI Nanggala 402 buatan Howaldtswerke (HDW), Kiel, Jerman Barat tahun 1981.
Memiliki 14 torpedo buatan AEG dan sebuah periskop buatan Zeiss disamping “snorkel” buatan Maschinenbau Gabler.

Dan seharusnya Overhaul KRI Nanggala 402 di lakukan di Jerman, sesuai dengan Negara yang memproduksi Kapal Selam tersebut.

Namun demi memotong Anggaran, Overhaul di lakukan di Korea karena biayanya lebih murah.

Dengan begitu semakin terbuka peluang “Bancakan Anggaran TNI”, yang akhirnya mengorbankan Prajurit Prajurit terbaik TNI-AL.

Makanya tidak heran jika Mobil Land Cruiser Hitam dan Avanza yang terlibat dalam Pembantaian KM50 tidak dapat ditemukan, mengapa ??

Karena Anggaran Intelijen yang tinggi itu, tidak jauh jauh sudah menjadi bancakan pejabat pejabat Intelijen.

Intelijen Luar Negeri akan terbahak bahak, ketika 3 Anggota BIN yang terlibat dalam Operasi Delima Megamendung dipergoki laskar.

Dimana anehnya dengan Anggaran Intelijen yang tinggi, Anggota BIN ini masih berkomunikasi menggunakan Aplikasi Whatsapp Group.

Yang akhirnya ratusan Nomor Telepon Anggota BIN berhasil kami tarik.

Segitu mudahnya mereka menghargai nyawa Prajurit Prajurit yang terkorban, dengan lambatnya penyelamatan KRI Nanggala 402.

Karena terlalu lambat mengambil tindakan, mengakibatkan Gugurnya banyak Prajurit di KRI Nanggala 402.

Ada apa dibalik ini semua…?

Siapa saja yang terlibat…?

Mengapa mereka menghargai nyawa begitu mudahnya ?

Siapa saja yang terlibat dalam bancakan Anggaran TNI ?

Namun demi memotong Anggaran, Overhaul di lakukan di Korea karena biayanya lebih murah.

Dengan begitu semakin terbuka peluang “Bancakan Anggaran TNI”, yang akhirnya mengorbankan Prajurit Prajurit terbaik TNI-AL.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button